Program Pascal Rental Mobil
Program Pascal Rental Mobil menggunakan pengurutan selection minimum short dan pencarian menggunakan binary search.
Laporan Kegiatan Pementasan Drama
Ini adalah karya dari kelas XII IPA 1 di SMA Negeri 1 Sliyeg, Kab. Indramayu.
Pariwisata Indramayu
Sebagai wong dermayu kita kudu bangga, kudu melestarikan budayae, kudu njaga lingkungane, lan kudu memajukan, soke masyarakate sejahtera.
Cara Membuat WiFi dengan Mudah tanpa Software (hanya menggunakan cmd)
Tips dan trik cara membuat wifi mudah, praktis tanpa download ataupun instal software apapun, caranya sangat simpel tanpa perlu keahlian khusus.
Free Download Software Cisco Packet Tracer
Download Software Cisco Packet Tracer Full Version ini dengan mudah.
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Selasa, 03 Maret 2015
Sistem Hukum Islam Pasti Menjerakan, dan Menebus Dosa
Cerita Sutinah yang membunuh sampai dua kali, tidaklah sendiri. Ternyata banyak pembunuh tak kapok dengan jeruji besi.
Sebut saja Dedy Arianto Nasution, yang membunuh temannya gara-gara tak mau membayar hutang. Dedy yang kemudian disebut sebagai Koboi Medan itu telah lima kali keluar masuk penjara dalam kasus yang berbeda. Kasus pertamanya juga pembunuhan. Ia divonis sembilan tahun, tapi yang ia jalani hanya setengahnya.
Walhasil cerita, cerita bahwa penjara tak membuat jera, benar adanya. Bahkan, di masyarakat berkembang opini bahwa orang jahat yang masuk penjara, begitu keluar makin pintar karena mendapatkan pelajaran kejahatan yang lebih canggih di penjara.
Nah hal ini tidak akan terjadi dalam sistem hukum Islam. Seperti halnya sistem hukum yang ada, Islam pun sanksi hukum bagi para pelaku kejahatan. Hanya saja ada fungsi yang berbeda antara Islam dan sistem hukum buatan manusia.
Dalam Islam, fungsi hukuman itu ada dua yakni mencegah si pelaku dan orang lain agar tidak mengulangi perbuatan tersebut serta menebus dosa bagi si pelaku atas kejahatan yang dilakukannya. Makanya, hukuman di dalam Islam sangat keras dan tegas.
Abdurrahman Al Maliki dalam bukunya Nidzam Uqubat mejelaskan, pembunuhan termasuk dalam pembahasan jinayat yakni pelanggaran yang terhadap badan yang didalamnya mewajibkan qishash atau harta (diyat).
Ia membagi tiga kategori pembunuhan yakni pembunuhan yang disengaja, mirip disengaja, dan tidak disengaja. Sanksi bagi pembunuh disengaja adalah dibunuh jika wali orang yang dibunuh tidak memaafkan. Jika ada pengampunan, maka pembunuh harus membayar diyat. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Amru bin Syu'aib diyat berupa 30 unta dewasa, 30 unta muda, dan 40 unta yang sedang bunting.
Pembunuh mirip disengaja adalah pembunuhan yang sengaja dilakukan tapi menggunakan alat yang umumnya tidak bisa membunuh. Kadang-kadang maksudnya untuk menyiksa tapi melampaui batas. pembunuhan seperti ini sanksinya adalah diyat berupa 100 ekor unta, 40 diantaranya adalah unta bunting.
Sedangkan pembunuhan yang tidak disengaja, seperti (1) orang yang tidak bermaksud membunuh tapi tindakannya menyebabkan orang terbunuh atau (2) pelaku membunuh orang di negeri kafir terhadap orang yang disangka kafir harby ternyata muslim, maka sanksinya berbeda. Bagi tindakan (1) maka sanksi yang bersangkutan hanya membayar 100 ekor unta dan membayar kafarat dengan membebaskan budak. Jika tidak ada budak, maka ia harus berpuasa selama 2 bulan berturut-turut. Bagi pembunuhan model ke-2, maka cukup membayar kafarat tanpa diyat.
Sementara itu, Islam pun mengatur sanksi terhadap orang-orang yang bersekutu dalam pembunuhan. Termasuk didalamnya aktor yang memerintahkan tindak pembunuhan. Pihak-pihak yang bersekutu dalam pembunuhan ini sanksinya sama yakni dibunuh.
Dengan sistem hukum yang demikian, maka orang akan berfikir seribu kali untuk melakukan tindak pembunuhan dan kejahatan lainnya yang bisa menimbulkan seseorang terbunuh. Di sinilah, sistem hukum Islam akan mampu mencegah orang untuk berbuat jahat. Dan bagi pembunuh, sanksi berupa dibunuh pun menjadi jalan pintas untuk menghindarkan diri dari siksa Allah di akhirat.
Hanya saja, sistem hukum seperti itu tidka mungki bisa tumbuh dalam masyarakat yang sekuler seperti sekarang. Sehingga harus ada perombakan sistem hukum secara total termasuk pelaksana-pelaksana hukumnya. Sistem islam yang kaffah akan melahirkan masyarakat yang takwa. Dari situlah, takwa individu bisa mencegah seseorang dari tindakan kriminal, termasuk pembunuhan. Di sisi lain, masyarakat akan menjadi kontrol bagi anggotanya untuk tidak berbuat kriminal. Dan dari sisi negara, negara akan menjadi hakim yang adil yang memberikan keadilan bagi seluruh rakyat.
Sumber : Tabloid MediaUmatJumat, 04 Oktober 2013
Aurat Wanita
AURAT WANITA
Ibnu Abbas pernah bertanya kepada ‘Atha bin Abi Rabah,
“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”
“Ya,” jawab ‘Atha.
Ia berkata, “Wanita berkulit hitam itu.
Dia pernah datang kepada Nabi saw., lalu berkata, ‘Aku menderita
penyakit ayan (epilepsi) dan auratku sering tersingkap (saat penyakitnya
kambuh, peny.). Karena itu doakanlah aku agar Allah
menyembuhkan penyakitku.’ Nabi saw. berkata, ‘Jika engkau mau, engkau
bisa bersabar dan bagimu surga. Jika engkau mau, aku akan berdoa agar
Allah menyembuhkan dirimu.’ Wanita itu menjawab, ‘Aku memilih bersabar
saja. Namun, tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku sering tersingkap.
Karena itu doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’ Lalu Nabi saw. pun
mendoakan wanita itu.” (HR al-Bukhari dan Muslim).
*****
Pembaca yang budiman, khususnya wanita
Muslimah, penyakit ayan bukanlah penyakit ringan. Selain susah sembuh
dan sering kambuh, penyakit ini bisa mengundang aib bagi penderitanya
maupun keluarganya. Apalagi jika penyakit itu diderita oleh seorang
wanita. Betapa besar rasa malu yang sering ditanggung penderita penyakit
ayan dan keluarganya karena banyak orang masih menganggap penyakit ini
sebagai penyakit yang menjijikkan.
Namun, renungkanlah perkataan wanita
berkulit hitam penghuni surga dalam riwayat di atas. Apakah kita
menyaksikan satu kata saja meluncur dari lisannya yang menunjukkan bahwa
ia membenci qadha’—yakni penyakit ayan—yang kebetulan menimpa
dirinya? Apakah ia mengeluhkan penyakit ayan yang ia derita? Apakah ia
merasa malu karena menderita penyakit tersebut? Tidak! Bukan itu yang ia
keluhkan. Bukan itu yang membuat ia malu. Ia mengeluh dan merasa malu
karena auratnya sering tersingkap saat penyakitnya kambuh. Padahal saat
penyakit ayan itu datang, ia tentu dalam keadaan tak sadar. Jika pun
tersingkap auratnya dalam keadaan tidak sadar alias hilang akal, tentu
ia tidak berdosa.
Namun, demikianlah penghuni surga.
Wanita berkulit hitam ini tetap sangat khawatir bila auratnya tersingkap
meski dalam keadaan sakit dan tidak sadar. Bagaimana dengan kebanyakan
wanita zaman sekarang, yang saat sehat dan dalam keadaan sadar pun, rela
bahkan acapkali bangga memamerkan aurat mereka?
*****
Sebagaimana wanita berkulit hitam penghuni surga dalam riwayat di atas, pada zaman dulu para shahabiyah adalah wanita yang amat menjaga kehormatan dan aurat mereka. Para shahabiyah
adalah para wanita yang memiliki rasa malu yang tinggi. Ummul Mukminin
Aisyah ra., istri Rasulullah saw., bahkan mempunyai rasa malu yang luar
biasa. Setelah Rasulullah saw. wafat, Aisyah ra. terbiasa berziarah ke
makam beliau, yang berada di dalam kamarnya, tanpa mengenakan hijab.
Ketika ayah beliau, Abu Bakar ra., wafat dan dikebumikan di sebelah
makam Rasulullah saw., Aisyah ra. masih leluasa berziarah tanpa
mengenakan hijab. Namun, kebiasaan itu berubah ketika Umar bin
al-Khaththab ra. dikuburkan di kamarnya bersebelahan dengan makam
Rasulullah saw. dan Abu Bakar ra. Setiap kali masuk ruangan itu, Aisyah
ra. mengenakan hijab secara sempurna. Itu ia lakukan karena Umar ra.
bukanlah mahram-nya. Padahal Umar ra. telah meninggal dan jasadnya terkubur di dalam tanah (Jalaluddin as-Suyuthi, Syarh ash-Shudur bi Syarh Hal al-Mawta wa al-Qubur. Beirut: Dar ar-Rasyid, 1916).
Sama dengan Ummul Mukminin Aisyah ra.,
Sayyidah Fatimah az-Zahra ra., putri Rasulullah saw., juga memiliki rasa
malu yang luar biasa. Beliaulah orang pertama yang meminta dibuatkan
keranda agar saat meninggal dan dibawa ke kuburan, jenazahnya diletakkan
di dalam keranda tersebut. Pada waktu itu, umumnya jenazah memang
diusung oleh orang-orang tanpa keranda, seperti yang kita kenal hari
ini.
Suatu saat Fatimah binti Rasulullah
merasa bahwa ajalnya telah dekat. Pasalnya, Rasulullah saw., pernah
mengatakan kepada dirinya bahwa ia adalah anggota keluarga beliau yang
pertama kali wafat menyusul beliau. Putri Rasulullah saw. yang juga
istri Ali Bin Abi Thalib ini lalu berpesan kepada Asma’ binti Umais,
yang hampir setiap hari menjenguk dirinya. “Saya tidak senang atas apa
yang diperbuat terhadap wanita jika meninggal. Jenazah mereka hanya
ditutupi dengan kain kafan sehingga lekuk tubuhnya terlihat,” kata
Fatimah kepada Asma’, putri Abu Bakar ash-Shiddiq.
“Apakah engkau mau aku tunjukkan sesuatu yang pernah aku lihat di Habasyah?” ujar Asma’.
Asma’ lalu membuat semacam keranda.
Kerangkanya terbuat dari pelepah kurma, sedangkan bagian luarnya ditutup
dengan kain. Dengan begitu, jenazah yang dibawa dengan keranda itu
tidak terlihat dari luar. Begitu Fatimah melihat keranda itu, ia sangat
gembira hingga tertawa. Ia lalu berpesan, “Nanti, jika aku meninggal,
kamu dan suamiku, Ali, yang memandikan aku. Jangan ada orang lain yang
ikut memandikan aku. Setelah itu, buatkan keranda seperti itu untuk
diriku.” (HR adz-Dzhabi dalam Syiar A’la an-Nubala, dari penuturan Qutaibah bin Said dan Ja’far ra.).
Demikianlah, sebagaimana penututuran
Ibnu Abdil Barr, ‘’Fathimah ra. adalah orang pertama yang saat meninggal
dimasukkan ke dalam keranda pada masa Islam.’’
*****
Demikianlah Ummul Mukminin Siti Aisyah
ra. Ia tetap merasa malu jika tidak mengenakan hijab meski di hadapan
jasad Umar bin al-Khaththab ra. yang sudah terbujur kaku di dalam tanah.
Demikian pula putri Rasulullah saw., Fatimah az-Zahra ra. Ia tetap
merasa khawatir jika—dalam keadaan sudah terbujur kaku menjadi jenazah
sekalipun—terlihat lekuk tubuhnya.
Bagaimana dengan kebanyakan wanita zaman
sekarang? Sayang sekali, mereka bukan saja tidak malu tersingkap
auratnya. Mereka bahkan acapkali merasa bangga memamerkan lekuk-lekuk
tubuhnya. Kebanggaan mereka semakin bertambah saat bisa ikut serta dalam
ajang lomba kontes kecantikan—semacam Miss World—yang hakikatnya
adalah ‘kontes aurat’. Mereka tak pernah merasa khawatir terhadap
ancaman Allah SWT melalui lisan Rasul-Nya, “Para wanita yang
berpakaian tetapi (pada hakikatnya) telanjang, berlenggak-lengkok dan
kepala mereka seperti punuk unta tidak akan masuk surga ataupun sekadar
mencium baunya.” (HR Abu Daud).
Na’udzu bilLahi min dzalik! [Arief B. Iskandar]
Sabtu, 07 September 2013
Khasiat Ayat Kursi
KHASIAT AYAT KURSI
1. Baca pada saat keluar rumah, 70000 malaikat akan menjagamu
dari semua sisi.
2. Baca saat masuk rumah, Kemiskinan tidak akan memasuki
rumahmu.
3. Baca setelah berwudhu, Derajatmu akan dinaikkan 70
tingkat.
4. Baca pada saat tidur, Malaikat akan menjagamu sepanjang malam.
5. Baca setelah shalat, Maka jarak antara kamu dan surga hanyalah kematian.
Jumat, 09 Agustus 2013
Manfaat Gerakan Sholat bagi Kesehatan
Sujud Bikin Cerdas
Shalat adalah amalan ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh
manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur
(gerakan khas tubuh) seorang muslim. Namun, pernahkah terpikirkan
manfaat masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan shalat
gudang obat bagi berbagai jenis penyakit!
Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat, sejak
itulah ia mulai menelisik makna dan manfaatnya. Sebab salat diturunkan
untuk menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian
tahun menjalankan salat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?
TAKBIRATUL IHRAM
Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.
Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan
kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah
mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot
bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar.
Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah.
Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya
pada tubuh bagian atas.
Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus
sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan
tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.
Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang
belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf.
Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada
tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi
bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan
kemih untuk mencegah gangguan prostat.
Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.
Manfaat: Ftidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud.
Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang
baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan
pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.
SUJUD
Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.
Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi
jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir
maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang.
Karena itu, lakukan sujud dengan tuma’ninah, jangan tergesa gesa agar
darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan
gangguan wasir.
Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
DUDUK
Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan
tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.
Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung
dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada
pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan.
Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung
kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas
deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi.
Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan
seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak
dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan
organ-organ gerak kita.
SALAM
Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran
darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga
kekencangan kulit wajah.
BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar-dalam.
PACU KECERDASAN
Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia
menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya
sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai
kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof
Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya.
Mengapa? Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di
otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud,
posisi jantung berada di atas kepala yamg memungkinkan darah mengalir
maksimal ke otak.
Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu
kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu
dapat memacu kecerdasan.
Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry, AS.
Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya
menyatakan masuk Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan
khusus mengenai gerakan sujud.
Gerakan-gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching).
Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah.
Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan
anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan.
Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada.
Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga
telapak tangan.
Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi
kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya
tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.
MUDAHKAN PERSALINAN
Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat
pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot
perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi
penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih
dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan
dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi.
Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka
secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh
dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada
tempatnya kembali (fiksasi).
PERBAIKI KESUBURAN
Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap
duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk
(tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya
otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung
karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk
melepas kotoran, dan saluran kemih.
Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum.
Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki
kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri
akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang
memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.
AWET MUDA
Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan meremajakan tubuh. Jika
tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika
dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera
tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh
senantiasa bugar.
Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya
pengaruh besar pada keÃ,kencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya
relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah pentingnya, gerakan ini
menghindarkan wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya.
–
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga sukses dg segala cita cita, semoga dalam kebahagiaan selalu,
Wallahu a’lam
NB: Agar shalat kita berfungsi seperti di
atas tentunya terlebih dahulu kita harus memahami ilmu shalat dari
mulai tatacara shalat, syarat, rukun, sunat, makruh,batal dan fadhilah
shalat. Sungguh suatu hal yang mustahil sesuatu dapat kita raih
bila dalam pelaksanaannya saja kita masih belum sesuai dengan apa yang
seharusnya.
Seyogyanya kita belajar shalat secara sistematis
Langganan:
Postingan (Atom)












